Soal Dana BKM 2018, Pemuda Romang Polong Tantang Polres Gowa Melakukan Periksa Fisik

By Syukur 19 Mar 2019, 06:35:42 WIB Daerah
Soal Dana BKM 2018, Pemuda Romang Polong Tantang Polres Gowa Melakukan Periksa Fisik

Keterangan Gambar : Tokoh Pemuda Romang Polong, Suwandi Sultan


MAKASSARNEWS.COM, GOWA - Tokoh pemuda kelurahan Romang Polong, Suwandi Sultan menantang Porles Gowa untuk melakukan periksa fisik dana Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) tahun 2018.

BKM /LKM adalah singkatan dari Badan atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat yang merupakan nama “jenerik” atau istilah untuk suatu badan atau lembaga keswadayaan masyarakat dengan kedudukan sebagai pimpinan kolektif dari suatu himpunan masyarakat warga di tingkat Kelurahan/ Desa.

Menurut Suwandi Sultan, BKM juga merupakan institusi warga yang kemunculannya di masyarakat dimaksudkan sebagai organisasi masyarakat warga yang berpihak kepada masyarakat, khususnya yang terkait dengan kemiskinan, serta kehadirannya juga dibutuhkan dalam menjamin keterlibatan semua elemen dalam proses pengambil keputusan yang kondusif bagi masyarakat itu sendiri.

"Fungsi BKM secara formal adalah lembaga kolektif yang merumuskan unsur-unsur strategis bagi kepentingan masyarakat, sehingga kerangka yang digunakan untuk merumuskan suatu ‘policy’, haruslah partisipatif" tutur Suwandi Sultan di kediamannya, Jalan Mustafa Dg Bunga, Romang Polong, Gowa (19/03/2019).

Suwandi Sultan juga menyinggung program Kota Tanpa Kumuh (KTK) adalah program yang diluncurkan oleh BKM, untuk meningkatkan laju pembangunan di akar rumput. Program tersebut, kata Wandi, akan sangat dirasakan oleh masyarakat ketika anggaran pembangunan yang sedang berjalan sesuai dengan anggaran yang dikucurkan oleh menteri PUPR, karena dana yang dikucurkan tidak sedikit, setiap kelurahan/desa itu 1 Miliyar lebih.

Suwandi Sultan mengaku banyak menerima informasi dari kepala kelurahan Romang polong mengenai banyaknya pembangunan yang tidak sesuai dengan proposal pengajuan.

"Saya selaku pemuda menantang Porles gowa untuk memeriksa secara fisik kesesuaian bangunan dan anggaran BKM di Romang polong, maka dari itu saya sangat mengapresiasi porles gowa telah memeriksa beberapa Kepala Desa mengenai ADD untuk kabupaten Gowa " tegas Suwandi sultan.

Lanjut Suwandi, pada prinsipnya BKM adalah lembaga swadaya masyarakat, pembangunnya mamakai prinsip swadaya bukan kerja proyek yang memakai kalkulator bisnis, mengenai BKM Romang Polong.

"Maka dari itu, dipandang sangat perlu untuk kembali melihat secara fisik penyesuaian dengan jumlah anggaran yang diterima oleh BKM kelurahan Romang Polong" tutur mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Sebagai penutup, Suwandi Sultan memberikan apresiasi dan dukungan kepada kementerian PUPR terkait Program kota tanpa kumuh melalui BKM dapat mendorong laju pembangunan di tingkat kelurahan/desa secara swadaya melalui dana BDI.

 

Penulis: Syukur

Editor: Ramhad Adri




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden dan Wakil Presiden Favorit Anda?
  Jokowi - Ma'ruf
  Prabowo - Sandi
  Siapa caleg DPRD anda di Sulsel?

Komentar Terakhir

  • Didi

    Mantap saya pendukung utama dan saya yakin pasti menang ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video